4 Tahapan yang Dilalui Ketika Membangun Produk ala Private Labelling

Editor’s Note: Pada artikel kali ini, Saya akan share kepada Anda tentang proses atau fase apa saja yang akan dilewati oleh seseorang pemilik brand atau brand principle ketika menapaki jalur sebagai pemilik brand.

Apakah Anda berniat untuk memiliki merek kosmetik sendiri? mungkin seperti produk suplemen pelangsing? skin care? body care? hair care? produk dekoratif? atau produk yang berada di dalam niche industri kosmetik dan kecantikan?

Pada artikel ini, saya akan share kepada Anda tahapan-tahapan yang biasanya dilewati dengan baik apabila Anda ingin membangun produk dengan cara maklon kosmetik atau maklon produk kecantikan.

Apabila diibaratkan, tahapan ini semacam anak tangga yang perlu Anda lalui tahap demi tahap, dan seyogyanya dilakukan secara bertahap.

Ketika memilih perusahaan manufacture partner sebagai partner maklon atau partner titip merek produk Anda. Pilihlah yang memiliki full support dalam melakukan kegiatan bisnis nya.

Apabila anda belum memahami apa itu maklon atau titip merek, Anda bisa membaca referensinya berikut ini START HERE

Sebagai informasi sedikit, Maklon atau Titip Merek adalah kegiatan outsourcing proses manufacturing atau pembuatan produk Anda sendiri.

Di PRIVALABEL, kami juga menawarkan jasa pembuatan merek anda sendiri khusus dalam industri kosmetik dan beauty. Kami menawarkan ALL IN ONE Service mulai dari perizinan (HKI, BPOM, HALAL), produksi produk, sampai distribusi dan pendampingan bisnis.

“Business only has Two Basic Functions: Innovation and Marketing (Peter F. Drucker)”

Yes, dalam hal ini, saya mengamini tentang apa yang dikatan Peter F. Drucker, seorang pakar ilmu manajemen. Begitupun juga yang terjadi dalam industri kosmetik dan kecantikan.

Apabila Anda ingin membangun suatu bisnis, fokuslah untuk membuat suatu inovasi baru plus juga memahami flow atau ilmu marketing. Ketika ingin berinovasi tentang suatu produk, ada banyak sisi yang bisa Anda perhatikan, beberapa diantarnaya adalah:

  • Kualitas lebih baik
  • Isi lebih banyak
  • Harga lebih murah
  • Akses untuk membeli lebih banyak
  • Manfaat produk yang lebih lengkap apabila dibandingkan dengan kompetitor
  • dan inovasi lainnya

Ketika berbicara tentang inovasi pun, ada banyak sekali tools atau alat atau metode berpikir tentang pengembangan suatu alur bisnis atau konsep bisnis, salah satunya adalah Anda perlu mempelajari tentang ilmu Bisnis Model Canvas atau Bisnis Lean Canvas.

Kedua cara tersebut yang telah disebutkan sebelumnya sangat menarik, ia mengubah suatu stigma kalau kita ingin membangun sebuah bisnis, harus dulu membuat bisnis plan yang panjang, ribet dan berlembar-lembar.

Namun, dengan adanya tool BMC dan BLC yang telah disebutkan tadi, membuat prosesnya menjadi lebih sederhana. Saya sudah membahas hal tersebut pada artikel lainnya.

Selain itu satu alat atau konsep kerja lainnya yang perlu dipelajari adalah tentang Design Thinking dan human-centered design. Pada dasarnya, ini adalah proses berpikir atau proses inovasi baru yang berfokus pada human sebagai target customer kita.

Fokuslah pada pasar atau market Anda, maka pertumbuhan bisnis sudah dapat dipastikan bisa berjalan dengan baik.

Di tahap lain, apabila berbicara tentang Marketing. Kita perlu memahami bagaimana alur atau proses seseorang membeli suatu produk baik berupa barang atau jasa yang ada saat ini.

Saya sangat meyakini, dengan memahami proses bagaimana seseorang membeli suatu barang secara online, akan membuat kita bisa membuat sebuah program kampanye iklan atau digital branding dengan baik.

Salah satu konsep yang menjelaskan hal tersebut adalah ZMOT Theory. Anda bisa membacanya di sini ZMOT Theory.

4 Fase Pengembangan Produk dan Bisnis yang Perlu Dipahami

Oke, tidak berlama-lama lagi. Yuk kita coba breakdown satu per satu proses apa saja yang akan dilewati ketika membuat produk dengan merek Anda sendiri:

1. Product Development

Tahap paling pertama dan utama ketika ingin membangun produk dengan brand sendiri adalah PRODUCT DEVELOPMENT.

Pada tahap ini, khususnya dalam industri kosmetik dan kecantikan. Misalkan, sebagai contoh Anda ingin membangun Body Lotion dengan bahan dasar Papaya dan Aloe Vera.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah bertemu terlebih dulu dengan konsultan produk manufacture partner pilihan Anda.

Brainstorming product idea sangat dibutuhkan pada tahap ini, ceritalah semua konsep produk yang ingin Anda bangun. Misalkan, Anda ingin menargetkan pasar wanita, berumur 18-30 tahun, anak millenials, dan ingin memiliki kulit bersih bebas kusam.

Ceritakan juga ke manufacture partner akan harga jual atau harga retail yang akan Anda targetkan, apakah market upper, middle atau bottom market.

Konsep brand yang ingin Anda usung. Apabila berbicara market, ada sebuah cara yang bisa Anda jadikan sebagai konsep kerja yaitu SEGMENTING – TARGETING – POSITIONING.

Pikirkan dengan baik ketiga hal tersebut, segmentasi pasar yang ada, dan bagian mana yang akan Anda targetkan, selain itu positioning dari merek yang akan anda bangun seperti apa, dan bedanya apa sih dibandingkan dengan kompetitor.

Pada tahap ini beberapa hal yang harus dilewati diantaranya:

  • Berkaitan dengan perizinan seperti HAKI (Hak kekayaan intelektual berupa kepemilikan merek), pendaftaran nomor BPOM, sertifikasi Halal. Pengurusan HKI biasanya memakan 1 hari, BPOM antara 2 minggu sampai 6 minggu dan sertifikasi halal 14 hari.
  • pembuatan desain produk; pada tahap ini beberapa desain dan konsep yang perlu dipikrkan adalah desain logo, desain stiker produk, desain box packaging (apabila ada). Ada perusahaan yang menyediakan jasa desain gratis, namun ada juga yang men-charge biaya desainnya untuk anda.
  • Pembuatan sample produk: pada tahap ini, Anda perlu sedikit bawel dan cerewet akan karakteristik produk yang dibangun. Memang, ada perusahaan yang membolehkan client nya untuk menyetting sendiri bentuk atau racikan merek produknya
  • Produksi Masal: apabila produk sample sudah oke dan fix. tahap selanjutnya adalah proses produksi produk Anda. biasanya memakan waktu antara 2 minggu sampai 4 minggu tergantung work load dari manufacture partner.
  • Setelah produksi selesai, hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah pengiriman produk.
  • Payment produksi: ada beberapa kebijakan perusahaan dalam hal pembayaran produk. berbeda-beda, ada yang harus full bayar 100%, ada juga yang harus bayar 50% terlebih dahulu baru 50%nya dibayar lagi setelah produksi selesai dan siap kirim

2. Marketing Development

Apabila produk merek kosmetik dan kecantikan Anda sendiri sudah selesai diproduksi. langkah selanjutnya adalah anda harus mempersiapkan marketing development strategy.

Hal penting pertama yang perlu disiapkan adalah mengenai strategi Anda sendiri dalam menjual produk. Apakah hanya satu jalur? seperti menjual produknya langsung ke end-user atau anda ingin membangun saluran distribusi? seperti membangun distributor dan agen?

Selain itu, yang penting dan perlu dipahami di sini juga adalah membangun brand story yang ingin disampaikan kepada target market Anda. Memahami ZMOT dan menerapkannya dalam pembuatan digital campaign.

Izinkan saya sedkit bertanya, biasanya ketika seseorang berbelanja online, apa sih yang biasa dilihat mereka? yesss, tulisan/artikel, foto dan video. Maka dari itu, sebelum berperang di pasar online, siapkanlah sebanyak mungkin amunisi produkmu, kumpulkan artikel dan tulisan terkait produk, perbanyak foto dan gambar-gambar menarik serta video.

Mengapa video di sini penting? berdasarkan riset yang ada, video memiliki engagement yang lebih tinggi dibanding yang lain.

Proses pembuatan konten-konten ini juga nantinya dibutuhkan apabila Anda membangun saluran reseller seperti distributor dan agen. Hal ini biasa disebut sebagai product marketing kit.

Apabila kita kupas mengenai marketing, akan ada banyak sekali hal atau details yang perlu dibahas, namun yang perlu saya tekankan kembali di sini, cobalah untuk memperbanyak sebanyak mungkin digital presences dari merek anda.

Misalnya anda menjual produk cream pemutih. cobalah untuk membuat suatu strategi yang akan membuat orang menemukan anda dimana-mana secara online. Dengan cara yang elegan tentunya.

Misalkan, ketika seseorang mencari sesuatu online di google tentang cream pemutih. ada review terkait produk anda. ketika seseorang mencari cream pemutih melalui facebook dan instagram search box, foto produk anda muncul beserta reviewnya. ketika seseorang menonton video terkait cream pemutih di youtube, muncul video Anda sedang memakai cream pemutih.

See? Usahakanlah membangun integrated marketing communication dalam melakukan branding anda.

3. Business Operations

Produk sudah disiapkan. Cara memasarkannya pun sudah diperhitungkan dan direncanakan dengan matang. Apa selanjutnya?

Yesss, setelah mendapatkan sales pertama Anda. dan penjualan semakin meningkat, saatnya untuk mengatur setiap pos business operations Anda. ketika penjualan masih sedikit, mungkin saja anda bisa mengurusnya sendiri.

1 orang bisa bertindak sebagai customer service, social media manager, website developer, content creator, packing, delivering, reporting, finance dan masih banyak lagi yang lainnya.

Namun, seiring berjalannya bisnis, Anda tidak mungkin bisa bergerak sendirian bukan? cobalah untuk menghire karyawan dan mendevelop bisnis Anda lebih besar lagi.

Di awal, mungkin hal ini bisa menjadi suatu hal yang membuat banyak drama dalam hidup. Namun, percaya lah ketika bisa mendevelop hal ini dengan baik, bisnismu akan semakin bertambah besar.

4. Business Development

Last but not least, it’s about business development. Jangan pernah puas dengan pencapaianmu, cobalah set target atau goal yang lebih tinggi lagi.

Apabila kita berbicara tentang bisnis kosmetik dan kecantikan misalkan, apabila satu brand mu dengan 1 produk sudah sukses di pasaran. cobalah untuk membangun produk tambahan.

Awalnya body care, mungkin bisa develop face care, atau produk dekoratif seperti lip matte, bedak two way cake.

Atau mungkin bisa bangun merek lain dengan market segment yang berbeda.

atau mungkin anda bisa develop offline beauty clinic?

atau mungkin membuat pabrik kosmetik anda sendiri.
Kalau boleh disederhanakan, semua ini seperti sebuah game yang opsi akhirnya anda bisa tentukan sendiri dan tidak bergantung. Anda adalah nahkodanya. Sudah tentu, makin tinggi akan makin kompleks namun menantang.

One Last Words

Di dalam bisnis, semuanya adalah tentang kompetisi. Kompetisi yang tiada tara, dan kalau boleh lebay sedikit, ya ini adalah sebuah perang.

Yang bisa beradaptasi dan yang paling kreatif, bekerja keras, kerja cerdas dan cepat lah yang akan memenangkan persaingan.

So, Be Prepared !

“It’s war out there people. Whether you’re starting your first business or your tenth, being an entrepreneur is ALWAYS going to be difficult. Whether your business is booming and there’s a bubble throughout the sector, or there’s no money around and you can’t make ends meet, business and being an entrepreneur will be difficult. That’s just the way it is. (Gary Vee)”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *